Ticker

6/recent/ticker-posts

Membangun Ditengah Badai: Bachrun Optimis Muna Tetap Baik-baik Saja

Navigasi Bachrun di Tengah Badai: Membangun Muna dengan kondisi keuangan yang Tersengal

RAHA – Kabupaten Muna, daerah yang dulu masyhur dan perkasa dengan kemewahan jati-nya, kini sedang diuji oleh realitas ekonomi yang getir. Di saat daerah lain mungkin bisa melenggang dengan APBD yang leluasa, Muna justru harus menelan "pil pahit" akibat kebijakan efisiensi anggaran pusat yang memangkas dana transfer hingga ke titik nadir.

Namun, di balik kepulan debu tantangan itu, Bupati Muna, Bachrun, menolak untuk mengibarkan bendera putih. Ia memilih berdiri di barisan depan, memimpin di tengah himpitan utang dan keterbatasan.

Kondisi keuangan Muna saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Selain harus menghadapi pemotongan dana transfer pusat, Muna masih memikul beban sejarah berupa utang kepada PT SMI atas pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Angkanya pun fantastis: Rp40 miliar per tahun harus disisihkan dari kas daerah untuk membayar cicilan tersebut.

"Ini adalah fakta yang harus kita terima dengan lapang dada. Semua pihak perlu memahami bahwa ruang gerak fiskal kita sangat terbatas," ujar Bachrun dalam sebuah kesempatan.

Melawan Kemustahilan: Pembangunan Tidak Mati Suri

Banyak yang bertanya, apakah dengan kondisi minus ini pembangunan di Muna akan mati total? Jawabannya adalah tidak.

Strategi Bachrun jelas: Jika pintu APBD tertutup, maka ketuklah pintu pusat. Melalui lobi-lobi proaktif, Bachrun berhasil mengamankan dana dari APBN melalui program Jalan Inpres Daerah (JID). Hasilnya mulai terlihat beberapa ruas jalan yang dulunya rusak parah, kini telah teraspal mulus, membuktikan bahwa kreativitas kepemimpinan bisa mengalahkan keterbatasan angka.

Bachrun menyadari bahwa ia tidak bisa bekerja sendiri. Ia telah memerintahkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terutama Dinas PUPR, untuk membuang jauh-jauh mentalitas "menunggu anggaran".

"Saya minta OPD kreatif dan inovatif. Khusus PUPR, terus dorong usulan perbaikan jalan, jembatan, dan infrastruktur lainnya ke Kementerian PU. Kita harus proaktif menjemput bola di Jakarta," tegasnya.

Meski perlahan, Bachrun meyakini bahwa Kabupaten Muna akan tetap tertata dengan baik. Ia pun berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak tenggelam dalam pesimisme.

Optimisme Bachrun: "Perlahan namun pasti, Muna kita benahi. Jangan pesimis. Muna punya ketangguhan untuk bangkit dan berdiri tegak.

Di tangan Bachrun, Muna sedang belajar sebuah seni kepemimpinan yang paling sulit. Membangun dalam keterbatasan, dan tetap bersinar di tengah himpitan melalui Jagung kuning.

Jagung adalah program Pemerintah Daerah, salahsatu Visi-misi Bupati Muna beserta Wakilnya (Bachrun-Asrafil) yang saat ini menjadi primadona masyarakat. Panen melimpah setiap musim. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar