Ticker

6/recent/ticker-posts

Sasar Dunia Pendidikan, Rumah BUMN PLN Muna Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Menjadi Bernilai Jual

Rumah BUMN PLN Muna dan OSIS SMAN 2 Raha gelar pelatihan: Sulap Sampah Jadi ‘Cuan’

RAHA, 21 Mei 2026 – Masalah penumpukan sampah sering kali menjadi momok lingkungan yang tak kunjung usai. Namun, di tangan generasi muda Kabupaten Muna yang kreatif, limbah tak bernilai justru berhasil disulap menjadi sumber pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

Semangat inovasi inilah yang ditunjukkan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 2 Raha. Lewat kolaborasi strategis dengan Rumah BUMN PLN Muna, mereka menggelar kegiatan edukasi dan pelatihan kewirausahaan bertajuk "Kreasi dari Sampah, Cuan Berlimpah: UMKM Muna Naik Level". Acara yang berlangsung antusias ini digelar di Gedung Rumah BUMN PLN Muna, Jl. Dr. Sutomo.

Bukan sekedar penyuluhan lingkungan biasa, agenda ini dirancang khusus sebagai wadah bisnis nyata bagi para pelajar dan pelaku UMKM pemula di Bumi Sowite.

Hadir sebagai narasumber utama, Wa Ode Nuriba, pemilik WM Coffee sekaligus pelaku UMKM lokal yang sukses. Di hadapan puluhan peserta, ia membakar semangat para remaja untuk jeli melihat peluang bisnis dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

"Menjadi pengusaha sukses tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Kejelian melihat potensi di sekitar kita, termasuk memanfaatkan bahan yang dianggap sampah menjadi produk bernilai jual tinggi, adalah kunci utama UMKM," ujar Wa Ode Nuriba.

Tak hanya dicekoki teori, Wa Ode Nuriba memperlihatkan beberapa hasil karya miliknya dari limbah rumah tangga menjadi produk bernilai dan bermanfaat. Para peserta pun ditantang langsung untuk mempraktikkan cara mengolah berbagai jenis sampah kering dan organik. Limbah-limbah tersebut bertransformasi menjadi produk kreatif bernilai estetika tinggi yang siap bersaing di pasar modern.


Suasana pelatihan semakin hidup saat memasuki sesi dialog interaktif. Salah seorang siswi SMAN 2 Raha melontarkan pertanyaan mengenai jenis limbah apa yang paling potensial dan memiliki nilai jual paling tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Wa Ode Nuriba memberikan jawaban yang membuka mata para peserta.

"Setiap limbah pada dasarnya memiliki nilai jual. Semua itu bergantung pada kualitas produk akhir yang dihasilkan. Apakah barang yang kita buat dari limbah tersebut memiliki kualitas (daya saing) atau tidak. Kreativitas dan finishing produk yang rapi adalah pembedanya," jelasnya.

Koordinator Rumah BUMN PLN Muna Sitti Muzdalifah turut mengemukakan bahwa Institusi pendidikan bisa menjadi motor penggerak ekonomi daerah, mengubah remaja dari yang tadinya hanya konsumen menjadi produsen muda yang peduli lingkungan.

Ia juga mengatakan bahwa Rumah BUMN PLN Muna akan terus bergerak memanfaatkan momentum untuk menjaring talenta pengusaha baru. Sitti Muzdalifah mengajak seluruh masyarakat Muna yang memiliki rintisan usaha untuk bergabung menjadi mitra binaan.

Apa yang didapatkan pelaku usaha lokal bila teregister di Rumah BUMN PLN Muna?? Sitti Muzdalifah membeberkan, bagi pelaku usaha yang berhasil lolos kurasi menjadi mitra binaan Rumah BUMN PLN Muna, sejumlah fasilitas telah disiapkan tanpa dipungut biaya sepeser pun, antara lain:

- Pelatihan Eksklusif: Manajemen bisnis dan pengelolaan keuangan modern.

- Legalitas Kilat: Bantuan pengurusan sertifikasi dan legalitas produk (NIB, Sertifikasi Halal, dll).

- Go Digital: Pendampingan intensif untuk digitalisasi pemasaran melalui e-commerce dan media sosial.

- Akses Pasar: Kesempatan memamerkan produk di ajang pameran berskala lokal hingga nasional.

"Jadi untuk kegiatan kali ini, selain menjadi solusi cerdas dalam mengurangi beban pencemaran lingkungan, program ini menjadi langkah awal lahirnya usahawan muda yang siap membawa perekonomian Muna bangkit, tutup Sitti Muzdalifah. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar