Ticker

6/recent/ticker-posts

Upacara Hari Jadi Ke-67 Kabupaten Muna, Bupati Bachrun: Ekonomi Muna Tumbuh 5,59%

Upacara HUT ke-67 Kabupaten Muna bertajuk semangat dan optimisme kemajuan.

RAHA, Sabtu 4 Juli 2026 – Suasana khidmat, bangga, sekaligus haru menyelimuti Lapangan Upacara HUT Kabupaten Muna ke-67. Di hadapan ribuan pasang mata, Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si., membacakan pidato yang tidak hanya membakar semangat demi mendorong kemandirian ekonomi, tetapi juga mengetuk pintu hati seluruh masyarakat Bumi Sowite.

Momen bersejarah ini bukan sekedar acara seremoni tahunan, melainkan panggung pembuktian bahwa Muna siap melompat jauh ke masa depan tanpa melupakan akar sejarahnya.

Dengan suara lantang dan penuh penekanan, Bupati Bachrun menggaungkan tema besar: "Menggerakkan JATI Membangun Masa Depan Muna." JATI yang merupakan akronim dari Jagung, Hortikultura, Ternak, dan Ikan kini resmi dicanangkan sebagai jantung industrialisasi daerah. Lewat Anugerah Penggerak JATI, Bupati menantang seluruh pejabat dari pejabat eselon hingga kepala desa untuk tidak hanya memberi perintah, melainkan turun ke bawah menjadi teladan.

"Para pemimpin harus memberi contoh nyata. Manfaatkan pekarangan, kebun, dan lahan kita. Jika gerakan ini tumbuh dari atas dan didukung penuh oleh rakyat, JATI akan menjelma menjadi budaya kerja dan kemandirian ekonomi kita!" tegas Bachrun disambut tepuk tangan riuh.

Optimisme ini bukan tanpa dasar. Di tengah badai efisiensi anggaran pusat, ekonomi Muna terbukti melesat tajam. Pada Triwulan I-2026, pertumbuhan ekonomi Muna melonjak hingga 5,59%, hampir melipatgandakan capaian periode tahun lalu yang berada di angka 2,89%. Prestasi ini disempurnakan dengan keberhasilan Muna mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 10 kali berturut-turut.

Langkah kaki Muna menuju masa depan kini berpijak pada warisan peradaban yang memukau dunia. Suasana upacara seketika dipenuhi rasa takjub saat Bupati memaparkan hasil penelitian ilmiah terbaru di Kawasan Situs Prasejarah Liang Kabori.

Cap tangan prasejarah di Liang Kabori kini resmi ditetapkan sebagai lukisan cadas tertua di dunia yang pernah diketahui, dengan usia sedikitnya 67.800 tahun. Menyikapi temuan mencengangkan ini, Pemerintah Kabupaten Muna bersama Muna Barat dan Buton Tengah bersepakat mendorong Pulau Muna menjadi kawasan Geopark Nasional. Langkah ini akan menyatukan konservasi alam karst yang unik, gua-gua magis, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagai bentuk nyata keberpihakan pada kaum marhaen, momen HUT ke-67 ini juga ditandai dengan peluncuran Taksi Alat dan Mesin Pertanian (Taksi Alsintan). Bantuan strategis dari Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, ini dihadirkan untuk mempercepat mekanisasi pertanian lokal agar proses olah lahan lebih efisien dan petani kian sejahtera.

Tak hanya itu, gerilya politik anggaran di Jakarta juga membuahkan hasil manis di tahun 2026: 12 ruas jalan strategis diusulkan melalui Inpres Jalan Daerah (IJD) dan 862 unit bantuan rumah swadaya (BSPS) siap dikucurkan untuk masyarakat.

Setelah rentetan capaian yang memukau, atmosfer upacara seketika berubah menjadi syahdu dan penuh keharuan saat Bupati Bachrun menurunkan nada bicaranya. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan salam perpisahan kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Muna, Bapak Eddy Uga, S.H., M.H., yang akan segera mengakhiri masa baktinya.

Satu dekade lebih mendampingi pasang surut pembangunan, Eddy Uga diakui sebagai motor penggerak utama yang menjaga stabilitas roda birokrasi ASN di Muna.

"Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya atas loyalitas dan dedikasi tanpa batas dari Bapak Eddy Uga. Segala pengabdian yang telah diberikan mudah-mudahan menjadi nilai ibadah dan warisan inspirasi bagi seluruh ASN untuk terus bekerja dengan integritas," ucap Bupati dengan mata berkaca-kaca.

Menutup pidatonya, Bupati Bachrun secara jantan merefleksikan satu tahun empat bulan masa kepemimpinannya sejak dilantik pada Februari 2025. Ia mengakui, membangun daerah di tengah keterbatasan fiskal adalah jalan yang berliku.

"Kami menyadari masih banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terwujud. Namun, kritik dan masukan adalah energi kami untuk terus berbenah. Membangun Bumi Sowite ini tidak bisa sendirian. Kita harus berjalan dalam satu langkah, satu ritme, dan satu tujuan," pungkasnya penuh emosional. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar