Ticker

6/recent/ticker-posts

Rumah BUMN PLN Muna Gelar Sosialisasi Mitigasi Resiko Bencana Kelistrikan

PLN ULP Raha Minta UMKM Periksa Instalasi Listrik Secara Berkala Guna Cegah Risiko Bencana

MUNA, SULAWESI TENGGARA - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Liabalano, Kecamatan Kontunaga diajak untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan dan keamanan lingkungan dalam kegiatan edukasi "UMKM Tangguh Bencana" yang digelar pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan ini di inisiasi oleh Rumah BUMN PLN Muna dibawah Koordinator Sitti Muzdalifah, yang berlokasi di Usaha Reparasi Kursi Sinar Mulya. Acara yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA ini menghadirkan Manager PT PLN (Persero) ULP Raha, Nur Hasan, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muna, Ali Fakara Hara, SP. MP, guna membekali para pengusaha lokal dalam melindungi aset bisnis serta tempat usaha dari ancaman bencana.

Dalam pemaparannya dihadapan warga dan Kepala Desa Liabalano, Alfuddin, SE., Manager PT PLN ULP Raha Nur Hasan menegaskan bahwa seluruh pelayanan resmi PLN dari tiang listrik hingga meteran atau kWh meter bersifat gratis tanpa pungutan biaya. 

Meski demikian, ia mengingatkan adanya batasan kewenangan PLN yang tidak mencakup perbaikan maupun pengerjaan instalasi di dalam rumah atau gedung tempat usaha. 

"Hal ini menjadi perhatian penting, karena sebagian besar kasus kerusakan alat elektronik hingga pemicu kebakaran justru dipicu oleh gangguan pada instalasi internal bangunan, ujar Nur Hasan.

Guna mengantisipasi risiko bahaya akibat sifat listrik yang menghasilkan panas, Nur Hasan mengimbau masyarakat dan pemilik usaha untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik setidaknya lima tahun sekali sebagai langkah pemeliharaan rutin.

Nur Hasan juga menganjurkan, instalasi yang telah menginjak usia Lima tahun sangat disarankan untuk memeriksa instalasi guna mengganti komponen yang mulai aus atau rusak. "Apalagi usia instalasi sudah menginjak 10 tahun bahkan lebih, itu sudah harus ada rehabilitasi, kata Nur Hasan menambahkan.

Langkah pembenahan ini pun imbau Nur Hasan, tidak harus dilakukan secara keseluruhan jika terkendala biaya, melainkan dapat diprioritaskan pada bagian-bagian kabel atau jaringan yang dinilai paling rentan demi mewujudkan lingkungan UMKM yang aman dan tangguh bencana.

Posting Komentar

0 Komentar