Ticker

6/recent/ticker-posts

Gaya Baru Kepemimpinan Di Sultra, Gubernur Andi Sumangerukka Tidak Akan Bangun Monumen; Pilih Bangun Jalan Dan Bedah Rumah

Tanpa Monumen, Andi Sumangerukka Pilih Aspal dan Bedah Rumah"

RAHA — Ada pemandangan berbeda di aula Galampano, Raha, Sabtu pagi (14/3/2026). Di tengah suasana hangat Safari Ramadhan 1447 H, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), memilih untuk tampil jujur di depan masyarakat Muna.

Bukannya memamerkan pencapaian, ia justru memulai sambutannya dengan kerendahan hati: mengakui bahwa apa yang ia lakukan saat ini belum sepenuhnya memuaskan rakyat. Namun, di balik pengakuan itu, terselip sebuah visi besar.

Gubernur ASR menegaskan satu prinsip yang menjadi garis tebal kepemimpinannya di periode pertama ini: Anti-Monumen.

Menurutnya, membangun monumen megah hanya akan membuang anggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk mengisi perut masyarakat atau memperbaiki atap rumah mereka. "Saya tidak akan membangun monumen. Bangunan seperti itu hanya menghabiskan anggaran tanpa bisa dinikmati langsung manfaatnya oleh masyarakat," tegasnya.

Janji tersebut langsung ia bayar tunai di tempat. Masyarakat Kabupaten Muna secara resmi mendapat "kado" Ramadhan yaitu

- Pengaspalan sepanjang 4 kilometer.

- Bedah rumah sebanyak 400 unit (50 juta/unit)

- Bibit kelapa untuk lahan 1.500 hektar dan jambu mete untuk 1.000 hektar.

- Bantuan Pasang baru listrik

Tidak berhenti di situ, sisi kemanusiaan ASR juga tampak lewat bantuan pribadi melalui Yayasan ASR. Mulai dari paket sembako untuk lansia, seragam sekolah gratis bagi anak-anak, hingga santunan tunai untuk kaum disabilitas.

Suasana aula sempat riuh dengan tepuk tangan saat ASR berjanji bahwa bantuan tahun depan akan lebih besar lagi. Bupati Muna, Bachrun, tak bisa menyembunyikan kekagumannya atas gaya kepemimpinan Gubernur.

"Ini sangat luar biasa. Bukan hanya bantuan sosial, tapi pembangunan fisik yang sangat dibutuhkan masyarakat Muna. Mari kita doakan beliau agar selalu sehat menjalankan tugas," ucap Bachrun dengan nada haru.

Kunjungan bertajuk "Berkah di Bulan Puasa" ini seolah memberi pesan kuat, bagi Andi Sumangerukka, kepemimpinan bukan soal meninggalkan bangunan mati, tapi soal menghidupkan harapan warga. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar