Gubernur Andi Sumangerukka Perintahkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi bangun SMA Negeri Pertama di Towea
RAHA – Harapan panjang masyarakat Kecamatan Towea, Kabupaten Muna untuk memiliki fasilitas pendidikan menengah negeri akhirnya menemui titik terang. Di tengah suasana hangat Safari Ramadhan 1447 H, Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR), memberikan komitmen nyata dengan memerintahkan langsung pembangunan SMA Negeri di pulau tersebut.
Momen bersejarah ini terjadi di Aula Rujab Bupati Muna, pada Sabtu, 14 Maret 2026 saat Gubernur membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat. Adalah La Saleha, seorang tokoh masyarakat sekaligus birokrat senior Muna, yang menyuarakan kegelisahan warga Towea selama bertahun-tahun.
"Kami sangat merindukan kehadiran SMA atau SMK Negeri di Towea. Sejak lama masyarakat menanti, karena hingga saat ini institusi pendidikan tingkat atas belum tersedia di sana," ungkap mantan Camat Towea tersebut.
Tanpa menunggu lama, Gubernur yang dikenal dengan gaya komunikasi publik yang egaliter ini langsung merespons permintaan tersebut. Di hadapan para undangan, ia memberikan instruksi tegas kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra yang turut hadir.
"Pak Kadis, tahun ini atau paling lambat tahun depan, segera bangun SMA Negeri di Towea," tegas Andi Sumangerukka.
Merespons perintah spontan namun terukur tersebut, Kepala Dinas Pendidikan menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan kajian teknis dan penganggaran agar proyek tersebut bisa segera terealisasi.
Sementara itu, La Saleha mengatakan, hadirnya SMA Negeri di Kecamatan Towea bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan memutus mata rantai putus Sekolah. Bila ini terealisasi, maka Pelajar dari Towea tidak perlu lagi menyeberang pulau atau merantau jauh hanya untuk mendapatkan pendidikan tingkat atas.
Demikian juga komitmen pemerintah provinsi, respon cepat kebutuhan dasar masyarakat adalah upaya menjangkau wilayah-wilayah kepulauan kecil dalam pemerataan pembangunan.
Aksi cepat Andi Sumangerukka dalam agenda Safari Ramadhan kali ini mempertegas pola kepemimpinannya yang berbeda.
Pendekatan personal dan keberanian mengambil keputusan di lapangan menjadi catatan positif bagi masyarakat Muna yang hadir. Kini, publik menanti realisasi fisik dari janji yang telah diikrarkan di bulan suci ini. (HL)

0 Komentar