Ticker

6/recent/ticker-posts

Sentilan Menohok Bupati Muna ke ASN: "Gajimu Tak Sepenuhnya Halal, Bersihkan Dengan Zakat Mal"

Bupati Muna, Drs. Bachrun Labuta, M.Si. tunaikan dua agenda di Muna Timur, Kecamatan Maligano: Panen Jagung dan Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Desa Latampu

Muna – Ada yang berbeda dalam sambutan Bupati Muna, Drs. Bachrun, M.Si., saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Desa Latampu, Kecamatan Maligano, Rabu (4/3/2026). Di hadapan para abdi negara, Bachrun memberikan "sentilan" keras terkait integritas dan kewajiban spiritual.

Bupati Muna menegaskan bahwa pembayaran zakat mal bagi ASN dan PPPK bukanlah sekadar imbauan, melainkan kewajiban mutlak untuk membersihkan penghasilan. Dengan nada bicara yang lugas, ia menyoroti fenomena disiplin kerja yang kerap terabaikan.

"Ingat, gajimu itu tidak sepenuhnya halal. Sebab, terkadang Anda masuk kantor tidak sesuai jam kerja yang telah ditetapkan," ujar Bachrun blak-blakan.

Ia menambahkan bahwa momentum Bulan Suci Ramadhan ini adalah saat yang paling tepat bagi para pegawai untuk "mencuci" penghasilan mereka melalui zakat profesi agar keberkahan melekat pada nafkah yang dibawa pulang ke rumah.

Selain soal zakat, Bachrun yang baru saja menyelesaikan agenda panen raya jagung kuning di Desa Raimuna. Ia kembali membakar semangat warga untuk bertani. Ia membandingkan jaminan ekonomi menanam jagung dengan komoditas lain seperti kelapa sawit.

Jagung Kuning: Hanya butuh 3,5 bulan untuk menikmati hasil.

Kelapa Sawit: Harus menunggu hingga 6 tahun, itu pun dengan risiko gagal yang membayangi.

"Saat ini, yang hidupnya sejahtera itu petani. Begitu panen, langsung menikmati hasilnya. Itulah alasan kenapa saya tak henti-hentinya mengajak masyarakat menanam jagung," tegasnya.

Menutup sambutannya, Bupati Bachrun menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp5 juta untuk pembangunan Masjid Desa Latampu. Menariknya, uang tersebut bukan bersumber dari kas daerah, melainkan titipan pribadi dari Ketua TP-PKK Muna, Sitti Leomo Bachrun.

Bachrun menjelaskan secara transparan bahwa saat ini Pemerintah Daerah sedang melakukan efisiensi anggaran, sehingga bantuan-bantuan sosial seringkali harus menggunakan kantong pribadi atau keluarga.

"Jadi ini titipan dari istri saya. Mengenai pos anggaran dari keuangan daerah itu tidak ada karena kita sedang efisiensi," pungkasnya. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar