Ticker

6/recent/ticker-posts

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna Adakan Bimtek Lomba Video Konten Literasi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Sitti Lestari, Resmi Buka Pembekalan Konten Literasi Video 2026 di Muna.

RAHA – Era digital yang serba cepat menuntut masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga produser konten yang cerdas. Menyadari hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna menggelar kegiatan Pembekalan Peserta Lomba Konten Video Literasi yang berlangsung selama dua hari, 15-16 April 2026.

Kegiatan yang menghadirkan konten kreator profesional, Arham Rasid dan Inal Tora, sebagai pemateri ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Muna, Sitti Lestari, mewakili Bupati Muna.

Dalam sambutannya, Sitti Lestari memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para narasumber yang telah menempuh perjalanan laut dari Kendari menuju Raha.

"Terima kasih sudah jauh-jauh menyeberang Kendari-Raha hampir 3 jam dengan kondisi ombak yang mungkin tidak tenang, demi berbagi ilmu. Harapan kami, setelah mendapatkan ilmu dari para pakar, peserta yang hadir bisa sukses berkarir di dunia maya," ujar Sitti Lestari disambut tepuk tangan peserta.

Sitti menekankan bahwa fokus utama kegiatan ini bukan sekedar membuat video yang viral, melainkan membangun kecerdasan literasi informasi. Di tengah fenomena masyarakat yang langsung mencari HP saat bangun tidur, kemampuan menyaring berita menjadi krusial.

"Persoalannya adalah kecerdasan generasi kita. Apakah kita mampu menelaah informasi dari media sosial? Apakah ini benar atau hoaks? Kegiatan ini bertujuan agar kita tidak mudah digiring ke hal-hal yang tidak baik," tegasnya.

Menariknya, Sitti Lestari menjamin bahwa penjurian lomba ini akan berlangsung sangat profesional dan objektif. Ia memastikan bahwa pihak panitia daerah hanya memberikan rekomendasi, sementara penilaian akhir dilakukan oleh dewan juri profesional dari pusat.

"Jangan khawatir akan ada istilah 'orang dalam'. Hasil karya terbaiklah yang akan menjadi juara. Meskipun nanti karya juara akan dipublikasikan oleh Dinas Perpustakaan Daerah maupun Nasional, hak cipta tetap milik peserta," tambahnya meyakinkan.

Meski mengakui adanya efisiensi anggaran yang berdampak pada teknis pelaksanaan, Sitti meminta hal tersebut tidak menyurutkan semangat kreativitas peserta. Ia berharap lomba ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan budaya baca sekaligus menyebarluaskan program perpustakaan melalui media digital.

Acara pembekalan ini resmi dibuka dengan ucapan basmalah, menandai dimulainya perjalanan para kreator muda Muna untuk mewarnai dunia digital dengan konten-konten literasi yang positif dan edukatif. (HL)

Posting Komentar

0 Komentar