Kursi Panas Ketua DPRD Sultra: NasDem 'Gerah' La Ode Tariala Menolak Lengser, Rapat Paripurna Jadi Sandera
KENDARI – Dinamika politik di kursi pimpinan DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) makin memanas. DPW Partai NasDem Sultra secara terbuka meluapkan kekesalannya terhadap sikap La Ode Tariala, yang diduga keras menolak melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Sultra.
Padahal, "palu" keputusan telah diketok oleh Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 28A-SK/AKD/DPP-NasDem/XI/2025 tertanggal 20 November 2025, DPP resmi mencopot La Ode Tariala dan menunjuk Syahrul Said sebagai suksesornya. Namun, hingga hari ini, kursi pimpinan tersebut seolah masih "terkunci" rapat.
Pergantian ini bukannya berjalan mulus, melainkan menemui jalan buntu (deadlock). Agenda rapat paripurna usul pergantian alat kelengkapan dewan yang dinanti-nanti tak kunjung bisa dilaksanakan karena selalu gagal memenuhi kuorum.
Kejanggalan ini bukan rahasia lagi. La Ode Tariala tercatat kerap absen dalam setiap agenda paripurna terkait pergantian dirinya. Tak hanya itu, ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Gerindra dalam rapat-rapat tersebut turut memperkeruh situasi, membuat pengambilan keputusan menjadi mustahil.
Ultimatum Keras dari NasDem
Menanggapi sikap pembangkangan ini, Sekretaris DPW NasDem Sultra, Muh Tahir La Kimi, angkat bicara dengan nada tegas. Ia mengatakan bahwa posisi Ketua DPRD bukanlah jabatan yang didasarkan pada kemauan pribadi, melainkan penugasan partai yang bersifat absolut.
"Ketua DPRD itu ditugaskan oleh partai, bukan kemauan paripurna. Anggota DPR hadir di legislatif karena pilihan rakyat, tetapi ketua DPR adalah petugas partai," tegas Tahir La Kimi, dilansir dari Kendari Hari Ini (23/4/2026).
Tahir pun memberikan peringatan keras kepada La Ode Tariala. Ia mengisyaratkan bahwa partai tidak akan tinggal diam melihat mandat yang diabaikan.
"Kalau dia abaikan mandat partai, tunggu-tunggu saja bagianmu," pungkas Tahir, menyiratkan bahwa konsekuensi yang lebih serius sedang menanti jika La Ode Tariala terus menghambat proses pergantian tersebut. (HL)

0 Komentar