Diterjang Badai Efisiensi, Pemda Muna Cari Solusi untuk Korban Kebakaran Pasar Wakuru.
Muna– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna menyatakan komitmennya untuk membantu para pedagang korban kebakaran Pasar Wakuru pada 6 Januari 2026 lalu. Meski saat ini kondisi keuangan Daerah sedang mengalami tekanan hebat, Pemda Muna terus berupaya mencari jalan keluar terbaik.
Dalam pertemuan tatap muka bersama para pedagang korban kebakaran pada Rabu (14/1/2026), Bupati Muna, Bachrun, menjelaskan bahwa langkah Pemerintah saat ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Bachrun menegaskan bahwa penetapan bantuan tidak bisa dilakukan secara gegabah. Pemda masih menunggu kejelasan status peristiwa kebakaran tersebut dari pihak berwajib untuk memastikan payung hukum pemberian bantuan.
"Kita menunggu kepastian hasil laboratorium forensik (Labfor) dari pihak kepolisian. Apakah ini murni bencana alam atau ada oknum yang sengaja membakar," ujar Bachrun di hadapan para pedagang.
Langkah ini diambil agar kebijakan yang dikeluarkan nantinya tidak berbenturan dengan aturan yang berlaku, sehingga penyaluran bantuan tepat sasaran dan legal secara administratif.
Kondisi Fiskal mempengaruhi kemajuan Daerah
Di tengah tuntutan para pedagang, Bachrun secara terbuka memaparkan kondisi dapur keuangan Daerah yang sedang tidak baik-baik saja. Ia menyebut tahun 2026 sebagai masa tersulit bagi keuangan Kabupaten Muna.
"Tahun ini merupakan tahun terburuk keuangan Kabupaten Muna sepanjang sejarah dengan adanya pemotongan dana transfer ratusan miliar oleh Pemerintah Pusat," ungkapnya.
Adanya kebijakan efisiensi dan pemangkasan dana transfer pusat memaksa Pemda Muna untuk memutar otak dalam mengalokasikan anggaran, termasuk untuk penanganan pasca-kebakaran Pasar Wakuru yang kembali terjadi.
Meskipun dihimpit keterbatasan anggaran, Pemda Muna tetap menjadikan pemulihan ekonomi pedagang sebagai perhatian serius. Sembari menunggu hasil penyelidikan kepolisian, koordinasi antar instansi terus dilakukan guna menyusun skema bantuan yang paling memungkinkan di tengah badai efisiensi ini. (HL)

0 Komentar