Harmoni di Bulan Suci Ramadhan: SMAN 1 Tiworo Tengah Gelar Pesantren Kilat dan Pasraman Bersamaan
MUNA BARAT – Memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, SMAN 1 Tiworo Tengah menunjukkan wajah asli Indonesia yang penuh keberagaman. Mengusung tema "Tingkatkan Iman, Akhlak, dan Spiritualisme," sekolah ini menyelenggarakan kegiatan kerohanian ganda yang melibatkan siswa beragama Islam dan Hindu secara bersamaan.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai 27 Februari hingga 3 Maret 2026, ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk bertumbuh bersama dalam nilai-nilai spiritual.
Kepala SMAN 1 Tiworo Tengah, Wa Ode Nurniati, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil mengingat letak geografis sekolah yang berada di pusat wilayah transmigrasi Kabupaten Muna Barat. Wilayah ini dikenal sebagai titik temu berbagai suku dan agama.
"Sekolah kami bukan hanya milik satu golongan. Sebagai wujud toleransi yang senantiasa dijunjung tinggi, kami mengadakan dua kegiatan sekaligus: Pesantren Kilat untuk siswa Muslim dan Pasraman Ramadhan bagi siswa yang beragama Hindu," ujar Wa Ode Nurniati, (28/2/2026).
Wa Ode Nurniati menambahkan, bahwa selama kegiatan berlangsung, suasana sekolah tampak religius namun tetap dinamis. Para peserta didik tidak hanya duduk diam mendengarkan materi, tetapi juga diajak berkompetisi secara sehat. Untuk siswa Muslim, diadakan berbagai lomba religi seperti:
- Lomba Baca Ayat Suci Al-Qur'an
- Hafalan Surat-surat Pendek
- Lomba Azan
- Lomba Shalawat
Di sisi lain, siswa-siswi beragama Hindu juga mendapatkan pendalaman materi kerohanian yang dibimbing langsung oleh guru agama Hindu. Hal ini memastikan setiap siswa mendapatkan asupan spiritual yang sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing tanpa ada yang terpinggirkan.
Kegiatan ini selaras dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara yang selalu menekankan pentingnya menjaga harmoni di lingkungan sekolah, ucapnya.
Wa Ode Nurniati berharap kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas tahunan. "Kami ingin ini menjadi tonggak penting bagi siswa dalam menjalani kehidupan sehari-hari, agar mereka siap menyongsong masa depan dengan tetap melestarikan hidup rukun dan toleransi," pungkasnya. (HL)


0 Komentar