Tak Tergantikan! Nurhayat Fariki Kembali Nahkodai Perumda Air Minum Tirta Sugi Laende untuk Periode Ketiga
MUNA – Posisi Muhamad Nurhayat Fariki sebagai Direktur Perumda Air Minum Tirta Sugi Laende tampaknya masih terlalu tangguh untuk digoyahkan. Meski kursi strategis ini sempat menjadi incaran banyak pihak, pria yang akrab disapa Yayat ini membuktikan dirinya tetap berada di posisi terkuat.
Bupati Muna, Bachrun, secara resmi kembali mengukuhkan Nurhayat Fariki untuk memimpin perusahaan daerah tersebut pada periode 2026–2031. Ini menjadi momen pembuktian ketiga kalinya bagi Yayat untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan.
Keputusan besar ini diambil usai rapat kerja krusial yang membedah persentase capaian kinerja tahun 2021–2026, program kerja tahun 2026, serta rencana strategis lima tahun ke depan pada Selasa (2/6/2026).
"Iya, Yayat (Nurhayat) kembali diperpanjang jabatannya," ujar Bachrun.
Restu yang diberikan Bupati Bachrun bukanlah tanpa alasan. Di bawah komando Yayat selama lima tahun terakhir, Perumda Tirta Sugi Laende sukses mencatatkan rapor hijau dan berbagai lompatan prestasi yang signifikan.
Berikut adalah deretan capaian emas Nurhayat Fariki yang membuatnya "tak tergantikan":
Rapor Keuangan Sempurna: Pengelolaan keuangan yang transparan berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut.
Ledakan Jumlah Pelanggan: Cakupan pelayanan melesat tajam dari yang tadinya hanya 4.600 pelanggan, kini melonjak drastis menjadi 10.300 pelanggan.
Modernisasi & Digitalisasi: Berhasil melakukan digitalisasi sistem internal, peningkatan manajemen administrasi, peningkatan mutu SDM, hingga menghadirkan layanan pembayaran tagihan secara online demi kemudahan masyarakat.
Efisiensi Operasional: Mampu meningkatkan produksi air bersih sekaligus menekan angka kebocoran pipa yang selama ini menjadi momok klasik.
Tidak hanya jago di kandang, Nurhayat juga dikenal piawai dalam membangun jejaring ke pusat. Melalui komunikasi intensif dengan Kementerian PU dan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, ia sukses melahirkan dua unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kontunaga dan Napabalano.
Tidak berhenti sampai di situ, pada tahun 2026 ini, Yayat langsung tancap gas mematangkan rencana besar berikutnya: memperjuangkan pembangunan SPAM Duruka serta optimalisasi SPAM Kota Raha.
Dengan rekam jejak yang solid dan visi digitalisasi yang kuat, perpanjangan masa jabatan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Muna untuk menikmati layanan air bersih yang jauh lebih prima hingga 2031 mendatang. (HL)


0 Komentar