Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (FH-UHO) resmi memiliki nakhoda baru untuk lembaga legislatif mahasiswa.
KENDARI- Melalui mekanisme Rapat Paripurna yang berlangsung demokratis, Wahyudin Pratama terpilih sebagai Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FH-UHO untuk periode masa bakti 2026/2027.
Pemilihan ini menandai babak baru bagi penguatan peran legislatif di lingkungan kampus, sekaligus mempertegas fungsi DPM sebagai mitra kritis dan strategis bagi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Dalam sambutan perdananya pasca terpilih, Wahyudin menegaskan pentingnya membangun hubungan yang konstruktif antara DPM dan BEM. Ia menepis anggapan bahwa kedua lembaga ini harus saling berbenturan.
"DPM dan BEM bukan untuk dipertentangkan, tetapi disinergikan. Perbedaan peran justru menjadi kekuatan untuk saling mengontrol, menguatkan, dan memperjuangkan aspirasi mahasiswa," tegas Wahyudin.
Ia menambahkan, bahwa sinergi yang sehat adalah kunci utama agar gerakan mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika.
Pesan Solidaritas dan Integritas
Selain menekankan hubungan eksternal, Wahyudin juga memberikan pesan internal bagi seluruh anggota DPM FH-UHO. Ia menekankan tiga poin utama bagi pengurus baru:
1. Solidaritas: Menjaga kekompakan sebagai satu kesatuan.
2. Loyalitas: Setia pada visi pengabdian kepada mahasiswa.
3. Tanggung Jawab: Menjalankan amanah bukan sekadar sebagai jabatan struktural, melainkan ruang pengabdian.
“Saya mengajak seluruh anggota DPM untuk menjadikan lembaga ini sebagai rumah perjuangan yang berintegritas, progresif, dan berpihak pada mahasiswa,” imbuhnya (9/1/2026).
Dengan kepemimpinan Wahyudin Pratama, DPM FH-UHO periode 2026/2027 diharapkan mampu mengoptimalkan tiga fungsi utamanya:
Legislasi: Perumusan regulasi kemahasiswaan yang relevan.
Pengawasan: Mengawal kebijakan eksekutif agar tetap pada jalurnya.
Representasi: Menjadi penyambung lidah aspirasi mahasiswa secara efektif. (HL)

0 Komentar