Ticker

6/recent/ticker-posts

Pesan Nur Alam untuk Pemilihan Gubernur Sultra Mendatang: Pilih Penduduk Asli Bumi Anoa‼️

“Logis nggak, rumah tangga besar Sulawesi Tenggara yang didalamnya ada Kerukunan Keluarganya dipimpin oleh Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan?” 

RAHA - Kalimat tanya yang dilontarkan mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) dua periode, Nur Alam, mendadak viral dan memantik diskusi panas di jagat maya. Dengan nada bicara yang tenang namun sarat sindiran tajam, tokoh politik Bumi Anoa ini melempar analogi yang langsung menusuk ke jantung dinamika politik lokal.

Nur Alam tidak sedang berguyon. Ia tengah membangun logika berpikir di benak masyarakat Sultra tentang apa arti kedaulatan politik lokal dan urgensi kepemimpinan "pribumi". 

Baginya, ada kejanggalan logika yang fatal jika rumah tangga besar Sulawesi Tenggara justru diserahkan kepemimpinannya kepada figur yang secara administratif dan sosiologis berakar kuat sebagai representasi daerah tetangga.

Tanpa basa-basi, Nur Alam melancarkan serangan verbal langsung. Ia mengklaim memiliki bukti otentik bahwa figur yang sedang memimpin Sulawesi Tenggara saat ini bukanlah warga asli yang tercatat secara kependudukan Bumi Anoa, melainkan warga Makassar, Sulawesi Selatan.

"Dia orang Makassar, saya punya buktinya," cetus Nur Alam dalam video berdurasi pendek itu.

Bagi sebagian kalangan, pernyataan ini mungkin terdengar protektif atau bahkan menyerempet isu sensitif kedaerahan. Namun, dalam kacamata politik praktis, ulasan Nur Alam adalah sebuah realitas politik yang menohok. Ia ingin menegaskan satu hal: Sultra memiliki harga diri dan barisan kader pemimpinnya sendiri.

Analogi yang dibangun Nur Alam sebenarnya sederhana namun sangat mengena bagi pemilih akar rumput.

Gaya komunikasi Nur Alam yang menyerang langsung ke akar identitas ini jelas menjadi "alarm" keras dimasa mendatang. Pesan terselubungnya sangat benderang: Sulawesi Tenggara harus dipimpin penduduk asli.

Penulis: Hasrul Liana 

Posting Komentar

0 Komentar