Pedagang buah pasar laino kini punya tempat baru yang modern.
Muna– Jumat (23/1/2026) menjadi hari bersejarah bagi para pedagang buah di Pasar Laino. Bupati Muna, Drs. H. Bachrun, M.Si., secara resmi membuka gerbang perubahan dengan meresmikan area khusus penjualan buah yang lebih modern, asri, dan tertata.
Langkah ini bukan sekadar pemindahan (Relokasi) dagang, melainkan simbol komitmen pasangan Bachrun-Asrafil dalam memanusiakan pedagang kecil. Mereka yang dulunya berjualan di pinggir jalan utama, kini memiliki tempat permanen yang layak untuk menjemput rezeki.
Meski pemerintah daerah sedang diperhadapkan pada efisiensi anggaran akibat kebijakan pusat, Bupati Bachrun menegaskan bahwa pembangunan untuk rakyat tidak boleh mati suri.
"Kepentingan masyarakat adalah prioritas. Kami bekerja dengan hati untuk memastikan daerah ini terus berkembang meski di tengah tantangan ekonomi," ungkapnya dalam sambutan yang penuh semangat.
Ada momen menarik saat Bupati berbicara mengenai transparansi. Untuk menjamin keadilan, pembagian lapak atau losd dilakukan melalui sistem undian (lot) dan dipastikan gratis total.
Dengan gaya bicara yang lugas, Bachrun mengingatkan agar tidak ada pedagang yang tertipu oleh oknum yang meminta uang dengan mencatut namanya. Ia bahkan menyampaikan sisi personalnya untuk menegaskan integritas pribadinya.
"Saya tidak mengejar kekayaan dari jabatan ini. Istri saya seorang Profesor dengan gaji Rp25 juta per bulan, itu sangat cukup untuk kebutuhan kami. Jadi, jika ada yang meminta uang atas nama saya, laporkan segera. Saya tidak butuh pemberian dari siapa pun," tegasnya.
Selain ketegasan soal pungli, Bupati juga memberikan peringatan keras kepada preman pasar. Ia meminta para pedagang untuk berani bersuara dan tidak tunduk pada permintaan yang tidak wajar.
Acara yang berlangsung khidmat ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin), serta sejumlah kepala OPD lainnya lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna. (HL)

0 Komentar