MUNA - Masa depan pariwisata Kabupaten Muna tampaknya sedang menuju babak baru yang gemilang. Kehadiran Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam pembukaan Festival Liangkobori pada akhir pekan lalu (11/7) menjadi bukti nyata kuatnya efek domino dari sinergitas kepemimpinan antara Bupati Muna, Bachrun, dan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka (ASR).
Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Muna, L.M. Masrul, menilai bahwa kekompakan kedua pemimpin ini adalah kunci utama yang membuka jalan bagi kemajuan daerah.
Mendatangkan seorang menteri di tengah padatnya agenda nasional bukanlah perkara mudah. Namun, berkat kolaborasi strategis antara pemerintah kabupaten dan provinsi, momentum langka tersebut berhasil diwujudkan.
Menariknya, Masrul juga secara terbuka mengapresiasi peran tokoh di luar birokrasi yang ikut menjembatani komunikasi di tingkat pusat.
L.M. Masrul (Kadispar Muna)
"Beliau adalah L.M. Syarif, eks Komisioner KPK," sebut Masrul, menegaskan bahwa kemajuan Muna adalah hasil gotong royong lintas sektor.
Dampak kehadiran Menteri Kebudayaan tidak berhenti pada seremonial belaka. Fadli Zon dikabarkan langsung melempar sinyal hijau bagi pengembangan pariwisata Muna berskala internasional. Tahun depan, kementerian berencana memboyong para Duta Besar negara sahabat untuk menyaksikan langsung keeksotisan Festival Liangkobori.
Bagi Masrul, tantangan besar ini justru menjadi peluang yang wajib dijemput dengan mempertahankan keharmonisan politik dan birokrasi antara Bupati dan Gubernur.
Tidak ingin kehilangan momentum emas, Dispar Muna langsung bergerak cepat. Pasca-suksesnya pembukaan festival, Masrul langsung menghadap Bupati Muna pada Minggu malam (12/7) untuk menyusun langkah taktis.
Target utamanya kini sudah jelas, menjemput program strategis dari pemerintah pusat guna menyulap kawasan wisata purba Liangkobori menjadi Cagar Budaya Nasional. (HL)

0 Komentar