Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di JCC Jakarta pada 26–30 September ini diikuti oleh 427 daerah dari seluruh Indonesia, menjadikannya bukti nyata atas keunggulan dan daya saing produk lokal Muna.
Ketua Dekranasda Kabupaten Muna, Prof. Dr. Hj. Leomo Bachrun, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas capaian para pengrajin tersebut.
Keberhasilan ini dinilai sebagai bentuk pengakuan nasional terhadap kualitas Tenun Masalili yang diproses menggunakan teknik khas bernama teknik Soby. Teknik penenunan unik ini menghasilkan tampilan motif yang berbeda antara bagian luar dan bagian dalam kain, dipadukan dengan kombinasi warna yang indah serta kerapatan benang yang padat.
Tidak hanya Tenun Masalili, kerajinan nentu asal Kabupaten Muna juga berhasil menarik perhatian dengan menembus posisi sepuluh besar pada pameran yang sama. Ke depan, Dekranasda Muna berkomitmen untuk memperkuat pembinaan berkelanjutan, tidak hanya bagi pengrajin tenun dan nentu, tetapi juga kerajinan kayu.
Selain mendorong pengrajin untuk memanfaatkan peluang bisnis daring di era digital, Hj. Leomo turut mengajak seluruh masyarakat Muna untuk bangga menggunakan serta mempromosikan produk lokal karya daerahnya.


0 Komentar